A. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan
dilakukannya percobaan ini adalah :
1. Untuk
mengetahui organisme yang tergolong protozoa pada berbagai sumber air
tergenang.
2. Untuk
menggambar bagian-bagiannya serta menuliskan susunan klasifikasinya
B. Dasar teori
Protozoa berasal dari bahasa yunani, yaitu protos yang artinya pertama
dan zoon yang artinya hewan. Hewan paling sederhana di dunia ini adalah
protozoa. Disebut paling sederhana karena hewan tersebut hanya terdiri dari
satu sel dan biasanya berukuran mikroskopis antara 5-5.000 mikron, rata-rata
antara 30-300 mikron (Sugiarji, 2005: 26).
Protozoa merupakan organisme uniseluler, hidup bebas atau parasit, beberapa diantaranya
bersimbiosis dengan makhluk hidup lainnya. pencernaan secara intraseluler di dalam vakuola makanan. Pengambilan
makanan secara holozoik, saprozoik, dan holofitik. Protozoa hidup
pada semua habitat yang memungkinkan hewan itu hidup, dan Protozoa secara
mutlak memerlukan lingkungan yang basah, misalnnya dalam air baik air tawar, maupun
air bergaram atau dalam tanah yang basah sampai kedalaman kurang lebih 20 cm
(Maskoeri, 1984 : 32).
Protozoa terdiri dari
empat kelas yaitu Matigopora (flagellata), Sarcodina (rizopoda), Saprozoa, dan
Ciliata. Ameba
bergerak dengan mengeluarkan tonjolan berbentuk jari, atau pseudopodia dari tubuhnya. Siliata beralih tempat dengan bantuan
gerak rambut-rambut yang sangat kecil, yaitu silia, yang terletak disekitar selnya. Flagellata bergerak dengan
bantuan flagela, yang biasanya terdapat di ujung sel. Sporozoa bergerak
dengan meluncur (melenturkan tubuhnya), karena tidak mempunyai organel luar
untuk gerak alih (Michael, 2008 : 218).
Habitat protozoa di laut, air payau, air tawar dan daratan yang lembab
maupun pasir kering. Diantaranya banyak yang hidup bebas dan merupakan makanan
bagi organisme dari
tingkatan yang lebih tinggi. Beberapa jenis flagelata dan ciliata merupakan makanan bagi anak ikan. Akan tetapi
banyak juga yang hidup sebagai parasit baik pada hewan, tumbuhan maupun pada
manusia. Parasit pada ikan antara lain Trichodina dan Ichthyophthirius dari
kelas ciliata, serta Heneguya
dari kelas Myxosporea. Adapula
jenis protozoa yang dapat menghasilkan racun seperti Pyrodinium bahamense yang
diduga sebagai penyebab red tide atau pasang merah di berbagai pantai daerah
Indopasifik, misalnya India, Thailand, Singapura, Sabah, Philipina, Indonesia,
dan Australia. Disamping itu ada juga jenis protozoa yang dapat digunakan untuk
mencegah serangan protozoa jenis tertentu. Misalnya Tetrahymena pyriformis
digunakan sebagai vaksin pencegah serangan jenis Ichthyophthirius multifiliis (Akmal, 2010).
C. Metode Pratikum
1. Waktu
dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pada percobaan tersebut adalah
sebagai berikut:
Hari/Tanggal : Senin, 29 April 2013
Pukul : 10.00 WITA
Tempat : Laboratorium Zoologi Lantai II
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar
Samata-Gowa.
2.
Alat dan Bahan
a.
Alat
Adapun
alat yang digunakan pada percobaan tersebut adalah mikroskop binokuler, pipet
tetes, kaca preparat.
b.
Bahan
Adapun
bahan yang digunakan pada percobaan tersebut adalah air rendaman jerami yang
dibiarkan beberapa hari, air got, lendir toilet, air dasar kolam.
3.
Cara Kerja
Adapun
cara kerja pada percobaan tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Mengambil Sampel air menggunakan pipet dengan
hati-hati.
b.
Meletakkan sampel air diatas objek gelas.
c.
Mengamati struktur morfologi ataupun anatomi
dari organisme yang ditemukan.
d.
Memberi methylen blue encer pada sampel air yang
diamati untuk memperlambat pergerakan organisme.
e.
Mencatat jenis atau arah pergerakannya.
D. Hasil dan Pembahasan
1.
Hasil
pengamatan
a.
Sumber air :
Lendir toilet
Species : Paramecium
sp
Perbesaran : 10 x 0,25
Keterangan:
1. Vakuola kontraktil
2. Cilia
3. Vakuola
makanan
4. Makronukleus
5. Mikronukleus
b.
Sumber air
: Air got
Species : Stylonychia mytilus
Perbesaran :
10 x 0,25
Keterangan:
1.
Silia
2.
Stigma
3.
Vakuola makanan
4.
Silia
c.
Sumber air :
Rendaman jerami
Species : Euglena
viridis
Perbesaran : 10 x 0,25
Keterangan:
1.
Flagel
2.
Stigma
3.
Vakuola kontraktil
4.
Kloroplas
5.
Makronukleus
6.
Mikronukleus
7.
Vakuola makanan
d. Sumber
air : Genangan air kolam
Species : Stylonchia mytilus
perbesaran : 10 x0,25
Keterangan:
1. Silia
2. Stigma
3. Vakuola
makanan
4. Silia
2. Pembahasan
1. Lendir
toilet ( Paramecium sp)
a.
Morfologi
Adapun morfologi dari Paramecium adalah berukuran sekitar 50-350ɰm. yang telah memiliki
selubung inti (Eukariot). Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak
melayang-layang di dalam air. Cara menangkap makanannya adalah dengan cara
menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut
sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan
uniseluler lainnya, memiliki
vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta
vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan.
b.
Anatomi
Adapun anatomi dari Paramecium
yaitu memiliki bentuk oval, sandal,
bulat di bagian depan/atas dan menunjuk di belakang/bawah. Kulitnya tipis
dan elastis. Adapun yang menutupi kulit tipis adalah rambut-rambut kecil
banyak, yang disebut silia. Lubang bagian belakang disebut pori anal. Pada bagian
luar Paramecium ditemukan vakuola
kontraktil dan kanal. Dan bagian dalam Paramecium
terdapat sitoplasma, trichocysts, kerongkongan, vakuola makanan, makronukleus dan mikronukleus itu sendiri. Reproduksi Paramecium adalah secara seksual dan
aseksual, secara seksual yaitu oral
grove saling melekat kemudian inti makro
melebur dan mengalami serangkaian pembelahan, setelah pembelahan inti mikro
dari setiap Paramecium berpindah ke
area diantara kedua Paramecium, dan
membelah secara mitosis, inti mikro melebur membentuk satu inti mikro disetiap Paramecium melalui serangkaian proses
pembelahan, kemudian terbentuklah inti makro, dan kedua Paramecium memisahkan diri dan setiap Paramecium membelah dan menghasilkan empat Paramecium muda. Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara berkembang
biak dengan membelah diri atau pembelahan biner. Pembelahan diawali dengan
pembelahan mikronukleus, diikuti pembelahan makronukleus. Setelah itu terjadi
penggentingan membran plasma dan akhirnya terbentuklah sel anak. Masing-masing
sel anak identik, mempunyai dua nukleus, sitoplasma dan alat sel lainnya.
c.
Habitat
Adapun
habitat dari Paramecium yaitu hidup di perairan, biasanya stagnan, air
hangat.
d.
Peranan
Adapun peranan dari Paramecium adalah
dalam siklus karbon karena
bakteri mereka makan sering ditemukan pada tanaman membusuk. Paramecium akan memakan materi tanaman
membusuk di samping bakteri, lebih lanjut membantu dekomposisi.
e. Klasifikasi
Adapun klasifikasi Paramecium sp sebagai
berikut:
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Class : Ciliata
Ordo : Hymenostomatida
Family : Paramaecidae
Genus : Paramaecium
Spesies : Paramaecium sp
Kingdom : Animalia
Phylum : Protozoa
Class : Ciliata
Ordo : Hymenostomatida
Family : Paramaecidae
Genus : Paramaecium
Spesies : Paramaecium sp
2.
Air got ( Stylonychia
mytilus )
a. Morfologi
Adapun morfologi dari Stylonychia
yaitu memilki cilia yang dikelompokkan menjadi membran sel bersama dengan mulut
dan ciri tubuh. Hal ini dibedakan antara lain dengan ciri panjang pada bagian
posterior dan biasanya terdiri dari tiga kelompok. Yang terbesar hanya dapat dilihat pada pembesaran 25 x sedangkan yang
terkecil dapat dilihat pada pembesaran. Untuk yang dapat dilihat pada
pembesaran 450 x merupakan karnivora dan memangsa protozoa lainnya seperti Uroncentrum.
b. Anatomi
Adapun anatomi dari Stylonychia yaitu berbentuk oval jika
dilihat pada bagian atas dan itu berfungsi untuk aktivitas gencarnya dan juga
gerakannya cepat. Seperti halnya dengan Paramecium sp yang memiliki gerakan yang cepat dan juga genus Ciliata
(memiliki rambut pendek seperti ekstensi). Cilia pada Stylonychia sangat khusus dan tidak bebas didistribusikan melalui
tubuhnya.
c. Habitat
Adapun habitat dari Stylonychia
mytilus yaitu biasanya terdapat pada air tawar dan tanah,
ditemukan pada lumut, dan juga diantara partikel sedimen. Selain itu, mereka
juga biasanya berenang melalui vegetasi yang membusuk
sampah kolam yang mengambang pada air.
d. Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Stylonychia mytilus yaitu :
Kingdom
: Animalia
Phylum : Protozoa
Class
: Spirotrichea
Ordo
: Sporadotrichida
Family : Oxytrichidae
Genus
: Stylonychia
Species : Stylonychia mytilus
3. Rendaman
jerami ( Euglena viridis )
a.
Morfologi
Adapun morfologi dari Euglena yaitu memiliki tubuh
yang menyerupai
gelendong dan diselimuti oleh pelikel Euglena
viridis. Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron dimana ujung tubuhnya meruncing
dengan satu bulu cambuk. Hewan ini memilki stigma (bintik mata berwarna merah)
yang digunakan untuk membedakan gelap dan terang. Euglena juga memiliki kloroplas yang mengandung klorofil untuk
berfotosintesis. Euglena memasukkan makanannnya melalui sitofaring menuju
vakuola dan ditempat inilah makanan yang berupa hewan– hewan kecil
dicerna.
b. Anatomi
Adapun anatomi dari Euglena yaitu memiliki satu flagella
yaitu ekor sebagai alat gerak, satu panjang dan satu pendek organieme ini dapat
melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu dan tubuhnya dapat
memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik. Untuk reproduksi Euglena berkembang biak secara vegetatif,
yaitu dengan pembelahan biner secara membujur. Pembelahan ini dimulai dengan
membelahnya nukleus menjadi dua. Selanjutnya flagel dan sitoplasma serta
selaput sel juga terbagi menjadi dua. Akhirnya terbentuklah dua sel Euglena baru. Sistem sirkulasi euglena
mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya. Pengambilan zat organik
dilakukan dengan cara absorbsi melalui membran sel. Selanjutnya, zat makanan
itu dicernakan secara enzimatis di dalam sitoplasma.
c. Habitat
Adapun habitat dari Euglena
adalah di air tawar dan melimpah di daerah ini, seperti di kolam
peternakan atau parit saluran air, yang mengkonsumsi kotoran binatang.
d. Klasifikasi
Adapun
klasifikasi dari Euglena viridis adalah sebagai berikut :
Kingdom : Excavata
Phylum : Protozoa
Class : Euglenoidea
Ordo :
Euglenales
Family :
Euglenaceae
Genus :
Euglena
Species : Euglena
viridis
E. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut Pada
lendir toilet terdapat protozoa dengan spesies Paramecium sp, pada air got dan genangan air kolam terdapat spesies
Stylonychia mytilus, pada rendaman
jerami species yang ditemukan adalah Euglena
viridis.
2. Saran
Adapun saran yang dapat saya sampaikan adalah agar
praktikan membawa lebih banyak bahan
agar organisme yang diamati lebih banyak.
DAFTAR
PUSTAKA
Akmal, 2010. Blog Akmal. Berbagi Ilmu Protozoa.http://akmal-hasanuddin.Blogspot.com
(6 mei 2013).
Jasin, Maskoer. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya, 1992.
Michael. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Universitas Indonesia : Jakarta, 2008.
Suwignyo, Sugiarji. Avertebrata Jilid II. Bogor: Penebar
Swadaya. 2005
Tidak ada komentar:
Posting Komentar