Jumat, 24 Mei 2013

Laporan Coelenterata

A.  Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati struktur dan morfologi organisme yang tergolong coelenterata dan mengklasifikasikannya.
B.  Dasar Teori
Istilah Coelenterata diambil dari bahasa Yunani coilos=rongga, enteron=usus. Gabungan istilah tersebut tidak diartikan sebagai hewan yang ususnya berongga, tetapi cukup disebut hewan berongga. Istilah tersebut juga mengindikasikan bahwa hewan coelenterata tidak memiliki rongga tubuh sebenarnya, melainkan hanya berupa rongga sentral yang disebut coelenterons (Suwignyo, 2005 : 41).
Dinding tubuhnya secara esensial hanya tersusun atas dua lapisan jaringan, yaitu: lapisan epidermis, dan lapisan gastrodermis atau endodermis. Karakteristik coelenterata adalah tubuhnya bersel benyak, radial simetri, diploblastik (endoderm dan ektoderm) pada epidermis terdapat nematokis/alat penyengat, mulut dikelilingi oleh tentakel, belum mempunyai alat eksresi dan respirasi khusus, belum mempunya darah, mempuyai system saraf berupa saraf diffus berbentuk jala, reproduksi seksual dan aseksual (Ahmad : 2011).
Menurut Brotowidjojo, 1989 : 74, coelenterata terdiri atas 3 kelas yaitu sebagai berikut:
1. Hydrozoa, hewan yang lebih terkenal dari kelas ini adalah Hydra, di mana bentuk silindris, hidup sebagai polip, dan tidak mempunyai bentuk medusa.
2. Scyphozoa, berasal dari bahasa Yunani, skypho= mangkok, zoa= binatang. Jadi skyphozoa adalah hewan berbentuk mangkuk. Contoh: Aurellia aurita.
3. Anthozoa, bersal dari kata anthos= bunga, zoon= binatang. Jadi Anthozoa adalah bunga karang. Contoh: anemon laut ( Metridium marginatum).
Coelenterata umumnya hidup di laut, hanya beberapa jenis yang hidup di air tawar. Sebagian besar hidup berkoloni atau soliter. Dalam siklus hidupnya ia dapat berbentuk polip yaitu hidup menempel pada  suatu substrat atau berbentuk medusa yang bebas berenang. Bentuk polip tubuhnya berbentuk silindris. Mulut bermuara ke dalam rongga gastrovaskuler atau enteron yang berfungsi untuk mencerna makanan dan mengedarkan sari-sari makanan. Medusa umumnya berbentuk seperti paying atau lonceng, tentakel menggantung pada permukaan paying. Tentakel berfungsi untuk menangkap makanan, alat gerak dan mempertahankan diri. Susunan saraf berupa anyaman sel-sel saraf yang tersebar secara difusi. Coelenterata merupakan hewan yang belum memiliki anus (Lahay, 2006 : 58).
Reproduksi Coelenterata ada 2 cara, yaitu secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup tumbuh di dekat kaki, semakin lama semakin besar, membentuk tentakel untuk menangkap mangsanya. Tubuh anak ini akan melekat pada induknya, hingga induk membentuk kuncup yang lain. Demikianlah lama-kelamaan akan terbentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan bertemunya sperma dan ovum. Sperma dihasilkan oleh testis dan ovum oleh ovarium. Coelenterata meliputi berbagai macam hewan air, misalnya hewan tumbuhan (hewan yang nampakanya seperti tumbuhan), ubur-ubur, binatang karang, anemone laut, polip dan lain-lain (Hala, 2007 : 17).
C.  Metode Praktikum
1.    Waktu dan Tempat
Adapun waktu  dan tempat pada praktikum tersebut adalah sebagai berikut:
Hari/Tanggal      : Senin, 6 Mei 2013
Pukul                 : 10.00 WITA
Tempat               : Laboratorium Zoologi Lantai II
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Samata-Gowa.

2.    Alat dan Bahan
a.    Alat
Adapun alat yang digunakan pada percobaan tersebut adalah Pinset, papan seksi.
b.    Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada percobaan tersebut adalah  awetan  Solenastrea sp dan awetan Aurelia aurita.
3.    Cara Kerja
Adapun cara kerja pada percobaan tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.
b.    Mengamati morfologi tubuh pada bahan yang digunakan
c.    Mengamati bagian-bagian tubuh, tentakel, hipostum kerucut pendek yang mengelilingi mulut, mulut ujung oral yang menghaadap ke atas, keping basal yang melekat pada dasar, nematocyt terlihat sebagai bintil-bintil pada tentakel yang sedang menjulur.
d.   Menggambar hasil pengamatan.
D.  Hasil dan Pembahasan
1.    Hasil  pengamatan
a.    Species          : Awetan  Solenastrea sp
                                                                       Keterangan:
1. Ektoderm
2. Endoderm
b.    Species             : Awetan Aurelia aurita
                                                                        Keterangan:
1.  Gonad
2.  Epidermis
3.  Ripholium
4.  Oral ame
5.  Filamen
6.  Mouth
7.  Subrella
8.  Radial coral
9.  Arum bracellia
10.     Stomach
2.    Pembahasan
a.    Solanastrea sp
1.    Morfologi
Adapun morfologi dari Solanastrea sp adalah Hewan ini tampak seperti mankuk terbalik dan berbentuk koloni, berbentuk seperti atak manusia. Berwarana putih , tubuh berbentuk oliv, tentakel berbasis sekitar mulutnya, memiliki alat tubuh seperti mulut yang berfungsi untuk tempat masuknya makanan, alat gerak, alat pertahanan dan basal sebagai tempat melekatnya substrak.
2.    Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi dari Solenastrea sp adalah berkembang biak secara aseksual yaitu dengan membentuk kungcup dan  nantinya tumbuh hewan baru yang masing-masing menseresikan zat kapur sebagai rangka tubuh.
3.    Habitat
Umumnya terdapat dilaut yang mengandung O2 fluktuasi suhu yang tidak melebihi 6 derajat celcius air lautnya jernih dan bersalinitas tinggi.
4.    Peranan
Adapun peranan Solanastrea sp adalah hewan ini membentuk suatu terumbu karang yang indah sehingga merupakan taman laut yang banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu, terumbu karang merupakan lingkungan yang baik bagi ikan sehingga dihuni oleh berbagai jenis ikan.
5.    Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari  Solanastrea sp  adalah sebagai berikut :
Kingdom              : Animalia
Filum                    : Coelenterata  
Class                     : Anthozoa
Famili                   : Solanastreae
Genus                   : Solanastrea
Spesies                 : Solanastrea sp (Muhammad, 2013)
b.    Aurelia aurita
1.      Morfologi
Adapun morfologi dari Aurelia aurita adalah tubuhnya berbentuk tseperti paying atau lonceng ukuran tubuhnya relative besar. Polip Aurelia berukuran kurang lebih 5 mm, terikat pada suatu objek di dasar laut. Diameter tubuh biasanya berkisar antara 7,5 cm hingga 30 cm tapi ada juga yang mencapai 60 cm. saluran pencernaan makanan ubur-ubur berupa gastrovaskular. Di tengah permukaan tubuh sebelah bawah muncullah semacam kerongkongan pendek menggantung ke bawah.
2.      Sistem Reproduksi
Adapun sistem reproduksi dari Aurelia aurita adalah memiliki sistem reproduksi yang unik, yaitu baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun dan perempuan akan melepaskan sperma dan telur ke dalam air sekitarnya, di mana telur yang telah dibuahi dan tumbuh menjadi organisme baru.
3.      Habitat
Adapun habitat dari Aurelia aurita adalah hanya berhabitat  di perairan dangkal dan dalam di laut.
4.      Peranan
Adapun peranan dari Aurelia aurita adalah ada yang dapat dimakan, misalkan Aurelia. Anemon laut atau mawar laut banyak digunakan sebagai hiasan pada akuarium air laut. Di laut, hewan ini membentuk suatu terumbu karang yang indah sehingga merupakan taman laut yang banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu, terumbu karang merupakan lingkungan yang baik bagi ikan sehingga dihuni oleh berbagai jenis ikan.
5.      Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Aurelia aurita adalah sebagai berikut:
Kingdom             : Animalia
Filum                   : Cnidaria
Class                   : Scyphozoa
Ordo                   : Decapoda
Famili                  : Aureliae
Genus                  : Aurelia
Spesies                : Aurelia aurita (Ahmad, 2011)
E.  Kesimpulan dan Saran
1.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah coelenterata adalah hewan  berongga mempunyai bentuk tubuh polip dan medusa yang terbentuk dalam siklus hidupnya. Polip berbentuk tubular, sessil. Sedangkan Medusa berbentuk seperti payung. Dinding tubuhnya secara esensial hanya tersusun atas dua lapisan jaringan, yaitu: lapisan epidermis, dan lapisan gastrodermis atau endodermis. Karakteristik coelenterata adalah tubuhnya bersel benyak, radial simetri, diploblastik (endoderm dan ektoderm) pada epidermis terdapat nematokis/ alat penyengat, mulut dikelilingi oleh tentakel, belum mempunyai alat eksresi dan respirasi khusus, belum mempunya darah, mempuyai system saraf berupa saraf diffus berbentuk jala, reproduksi seksual dan aseksual Coelenterata terdiri atas 3 kelas yaitu Hydrozoa, Anthozoa, Scyphozoa. Adapun klasifikasi dari Solanastrea sp dan Aurelia aurita adalah sebagai berikut :
Klasifikasi Solanastrea sp:
Kingdom    : Animalia
Filum          : Coelenterata  
Class           : Anthozoa
Famili          : Solanastreae
Genus         : Solanastrea
Spesies        : Solanastrea sp
Klasifikasi Aurelia aurita:
Kingdom    : Animalia
Filum          : Cnidaria
Class           : Scyphozoa
Ordo           : Decapoda
Famili          : Aureliae
Genus         : Aurelia
Spesies        : Aurelia aurita
2.       Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan praktikum ini adalah agar praktikan membawa lebih banyak spesimen agar organisme yang diamati lebih banyak.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, 2011. Blog Ahmad. Berbagi Ilmu Coelenterata.http://ahmad
hasanuddin.Blogspot.com (10 mei 2013).
Brotowidjojo, Mukayat Djarubito. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga, 1989.
Hala,Yusminah. Dasar Biologi Umum II. Makassar: Alauddin Press. 2007.  
Jutje S, Lahay. Zoologi Invetebrata. Makassar: Universitas Negeri
Makassar. 2006
Muhammad, 2013. Mengenal Seluk Beluk Phylum Coelenterata.
http://gurungeblog.wordpress.com. (Tanggal 8 Mei 2013).
Suwignyo,Sugiarto. Avetebrata Air Jilid I1. Jakarta: Penebar Swadaya. 2005.





                      

Tidak ada komentar: